Langsung ke konten utama

Lebur

ketika sebuah kepercayaan yg telah lama dibangun dihancurkan begitu saja rasanya sangat sulit kembali membangun lagi. aku telah susah payah membangun ini semua, berusaha mempercayaimu berhari hari berminggu minggu dengan satu detik saja bangunan kokoh itu jatuh. sebuah air mata menetes kembali sangat deras dengan sebuah rasa sesak didalam dada yg sangat sakit. aku melihatmu bersama dia.....

beginikah caramu mencintaiku? berkobar kobar dgn semua janji palsumu. semua yg kau ucapkan kemarin ternyata itu semua hanya omong kosong. kau tidak tau bagaimana aku sangat mempercayaimu aku fikir kau tulus mengucapkan itu semua. tapi ternyata aku salah. kau tetap seperti dulu. tidak akan pernah berubah dan selamanya tidak akan berubah. kau selalu sama. seperti itu kepadaku. aku tau itu tetapi rasaku tetap tidak akan berubah kepadamu. selalu seperti ini dan akan selamanya begini.

seharusnya aku membencimu karena kau telah menyakitiku berulang kali. kalaupun tidak membenci mungkin menghapus rasa ini. andaikan aku bisa melakukan itu. betapa tenang nya hati ini. tidak pernah merasakan rasa sakit seperti ini lagi.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lari

Aku terbakar sendiri di antara keramaian. Terbakar dari dalam. Hangus, panas. Ada yang ingin aku tumpahkan yaitu air mata. Aku ingin berlari mencari tempat untuk sendiri. Lalu berteriak berharap kobaran api di dalam dapat segera padam. Selalu terasa berat rasa ini. Aku ingin hilang, melebur. Apa udara pernah merasa sepanas ini?

Rumah dengan Cinta: Aku Pulang

Malam ini aku salah karena berusaha mencari sayang dan cinta. Aku akan mengejar cinta di dunia ini. Lalu aku sadar bahwa kemanapun dan kapanpun itu, aku tidak akan pernah menemukannya. Karena rasa itu ada dalam diriku sendiri. Di dalam hatiku, ada Engkau, Ya Allah.... Engkau adalah satu-satunya cinta yang selalu tinggal. Selalu bersamaku. Di dalam hatiku... Kalimat tauhid ku lafalkan agar senantiasa selalu mengingat-Mu. Setiap ibadah dan sujud adalah tempat pulang untuk mengadu dan berkeluh kesah. Menceritakan segala kesedihan dan kekecewaan, meminta penguatan atas segala sesuatu yang terjadi, memohon ampunan diri sendiri dan orang-orang lain, dan banyak pengharapan lain yang tak ada habisnya. Cinta dan Rumahku berwujud bentuk penghambaanku pada-Mu Ya Rabb...

Saras Gamelia

Paris…… Aku disana karna orang tua ku, mereka mengirimku kesana untuk melanjutkan seluruh prestasi yg aku dapat slama ini. Mulai dari menyanyi, menari, main musik dan modeling. Aku adalah Saras Gamelia. Aku seorang siswi lulusan IFA (International Fashion Paris). Beberapa bulan yg lalu aku lulus dan kembali ke Indonesia. Lebih tepatnya ke Yogyakarta. Empat tahun menimba ilmu disana rasanya hampa tanpa music music gamelan dan suara sinden sinden itu. Aku dilanda rasa rindu yg sangat berat terhadap kota Istimewa ini. Sesampainya di Soekarno-Hatta Airport, aku langsung terbang ke Jogja. Meskipun bunda dan ayah sempat marah. Mau gimana lagi?  Aku rindu suasana Jogja yang begitu tenang dan damai, adat mereka yang masih sama dengan dulu. aku gak tau kenapa aku sangat cinta dengan kota ini. Padahal kalau dilihat, kota ini termasuk desa. But I love this place. Aku gak peduli mereka bilang kampungan atau apalah itu karna aku suka main gamelan dan suka batik. I don’t care with them. Aku...