Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Lari

Aku terbakar sendiri di antara keramaian. Terbakar dari dalam. Hangus, panas. Ada yang ingin aku tumpahkan yaitu air mata. Aku ingin berlari mencari tempat untuk sendiri. Lalu berteriak berharap kobaran api di dalam dapat segera padam. Selalu terasa berat rasa ini. Aku ingin hilang, melebur. Apa udara pernah merasa sepanas ini?

Hariku dan Secangkir Teh Panas

Aku bukan seperti kalian sebagai penyesap kopi. Aku tak pernah bisa menikmati rasa pahitnya. Daripada kopi, aku lebih menikmati pahitnya teh bandul buatan nenekku. Aku yang lebih suka manis daripada pahit. Panasnya melatihmu agar bersabar dalam meminumnya. Aromanya mendamaikan pikiran serta hatimu. dan rasa manis seperti perasaan tenang saat aku bersamamu. Tiga unsur itu tercipta menjadi suatu kehangatan tersendiri. Menjadikan si penyeduh jatuh dalam dunianya sendiri Menuliskan kata perkata dalam puisinya. dan kalimat perkalimat dalam ceritanya.

Dua

Melangkahlah terus. Sampai tak terlihat jalan lagi. Sebentar saja. Karena sebentar itu, maka lakukan sebaik-baiknya. Tak hanya untuk sekarang, tetapi untuk hari esok.